resolusi … apa kali ini?

setiap awal tahun saya biasanya membuat resolusi baru yang saya tuliskan dalam buku harian saya. dan pada penghujung tahun, saya akan membukanya kembali untuk mengevaluasi mana harapan-harapan yang dapat saya capai, dan mana yang belum sukses. saya menuliskan resolusi tersebut pada satu atau dua halaman, dengan poin-poin nomor satu sampai sekian banyak. “anak yang banyak mau” memang sudah menjadi middle name saya =)

maka akhir tahun 2007pun saya membuka buku harian saya edisi desember 2006 dan januari 2007. dan cukup mengagetkan, bahwa di keduanya tidak saya temukan sebarispun harapan/ keinginan/ cita-cita yang menjadi resolusi saya di tahun 2007. tidak sedikitpun saya temukan ’spirit of new year’ di sana. maka saya merasa begitu sedih membacanya. ya, saya sedih dan memang layak untuk sedih.

Martin Lurther King Jr. pernah berkata, “the tragedy of life doesn’t lie in not reaching your goal. the tragedy lies in having no goal to reach”. dan tidak tertulisnya resolusi 2007 dalam buku harian saya membawa saya pada emosi bulan-bulan tersebut, yang hampa tanpa semangat. itulah tragedi. ketika hidup tanpa semangat, tanpa api cita-cita, tanpa gairah meraih impian.

2007 memang telah habis. saya berusaha menutup semuanya rapat-rapat. namun di awal tahun ini, bau busuk sisa-sisa setahun yang lalu masih menyeruak lewat celah-celah sempit, meminta untuk dihirup, menuntut untuk dipedulikan. namun saya tidak mau panik dibuatnya, namanya juga sisa-sisa. satu hari akan habis seperti bangkai yang berhujung pada tulang-belulang.

di pergantian 2007 – 2008 saya berada di teras rumah seorang teman lama, menyaksikan kembang api dari dua sudut (maklum, rumahnya di menteng jadi bisa melihat kembang api monas, taman menteng, dan senayan) sambil berkata pelan pada diri saya sendiri: “Sudah ya, selesai ya 2007. jangan kembali lagi… let me go… please.”

saya mengatakannya begitu pelan, dengan airmata yang tergantung di sudut pelupuk dan senyum yang saya usahakan. ya, benar-benar saya ingin memulai 2008 ini dengan senyuman. dengan harapan, dengan cita-cita, impian, … dengan resolusi.

walaupun saya selalu menulis resolusi (kecuali tahun lalu), namun belum pernah saya betul-betul berharap pada tercapainya resolusi saya di tahun 2008. benar-benar saya ingin satu perubahan yang signifikan pada diri dan hidup saya. sungguh-sungguh saya ingin kehidupan yang lebih baik, yang lebih bermakna bagi diri saya dan sekitarnya.

lulus..adalah resolusi pertama. lulus s2 ini, seperti biasa, ga ambisi apa-apa dalam hal ini selain bisa mendapatkan nilai yang sepadan dengan usaha dan kelayakan saya untuk mendapatnya. lulus dengan diberi-Nya kemudahan untuk mendapat ijazah master of education, itu saja.

selanjutnya yang pasti menjadi resolusi saya adalah mendapatkan pekerjaan. kerja.. kerja.. kerja.. itulah yang sangat penting untuk saya dapatkan di 2008. pekerjaan yang sesuai dengan minat dan aspirasi saya, dan bisa memberikan kecukupan bagi lahir dan bathin saya. yang ini sebenernya sangat tidak mudah, karena kerja sesuai aspirasi saya biasanya (menurut banyak pendapat) tidak mencukupi untuk kebutuhan yang lain… well, if i survive from 2007, i know the ammunition i’ve got to face the future =)

lalu… saya sangat berharap semua teman-teman yang berhasil saya ‘temukan’ kembali tidak menghilang lagi. atau saya yang menghilang (lagi). semua sahabat, teman, keluarga, telah terbukti keampuhannya untuk menyembuhkan saya, maka saya tidak boleh melepaskan mereka lagi. ever!

hidup lebih sehat, pastinya. rutin berolahraga lagi, sepedahan lagi, jogging lagi…dan pengennya sih softball lagi (asal menyehatkan ya..) biar lebih seger, bisa langsing (hihi), dan awet muda (hahaha)

nah, ini yang rada absurd bin kocak, saya kepikiran untuk lebih feminin dalam berbusana (hahaha). kenapa? simply karena pengen jadi orang yang beda aja =P however, se-femininnya saya, bisa nyampe mana sih..hehehe
tapi saya mau membahas tentang ini di lain cerita.

saya juga masih menyimpan resolusi yang sama seperti tahun 2005 menuju 2006, bahwa saya ingin sekali menulis dan mempublikasikan tulisan saya. dapatkan ia wujud pada 2008? whoooaaa… i’m so excited!!

dan 2008, saya harus sukses menciptakan semangat kembali!

~ by nisa felicia faridz on January 9, 2008.

Leave a Reply