Aturan Main untuk Rayya Nafisya
Selamat Datang, Rayya!!!
Selamat pagi, selamat bergabung dengat tim sirkus (hehe…nggak deng, cuma macha aja kok yang suka ‘trapeze’ di “tim” kita ini).
Aku Macha-mu, seperti biasa tidak menyaksikan kedatangan kamu di pagi hari ini. Sebagai pembelaanku, kamu ‘adik’ ke-3ku tidak boleh protes kalau aku tidak menyambut kamu; sebab kedua kakak-kakakmu, yang artinya ‘adik-adikku’ juga, merekapun tidak aku temani ketika meneriakkan dzikir mereka pertama di muka bumi ini. Tapi jangan pernah berfikir aku tidak menantimu ya, Ray. Aku selalu penasaran apakah adik ke-3 ini (dan aku kakak pertama, seperti dunia persilatan, yeayy!!) kriting atau jabrig, hitam atau putih, keras kepala seperti bundanya atau tidak ^^.
Life is good, Rayya. Jangan dengarkan orang yang bilang kalau hidup itu melelahkan, atau kejam. Aku bicara begini bukan karena kamu baru datang sehingga aku berusaha untuk menutup-nutupi keadaan. Sampai kapanpun aku akan mengatakan hal yang sama, bahwa tidak ada yang begitu buruknya di dunia ini yang boleh membuat kamu tidak mensyukurinya.
Yes my sister, life’s good… if you know the ground rules. Dan kamu tahu, ada beberapa hal yang menjadi aturan main kita sebagai kakak – adik, yang sebenarnya masih kurang dipahami oleh kedua kakak laki-lakimu (dan mungkin kamu bisa bantu aku nantinya untuk menghadapi mereka, sekarang sudah dua lawan dua nih hehe). Here are the rules:
1. Walaupun kita berbeda generasi, dimana kamu adalah keponakanku, aku tetap akan anggap kamu sebagai adikku. Ini karena aku ingin kita tidak demikian jauhnya. Tidak ada gap (sebenarnya ada GAP buat kamu, warnanya pink hihi…) yang membuat kamu, dan kakak-kakakmu harus menjaga jarak, sikap, atas nama keseganan karena aku satu level dengan orangtua kalian. You know what, itu berarti kita bisa aja rebutan remote control, computer (yang biasanya dilakukan aku dan abang) atau ngumpetin crackers (yang biasa aku lakukan ke kaka). Dan boleh-boleh saja nanti kamu seperti abang yang ngambek: “Macha nakal. You’re so naughty lah, I don’t like you!” dengan Singlish yang kocak dan gaya lipat tangannya, seperti dia marah kepada teman-teman sekolahnya. Kita bisa berantem seperti aku dengan bunda-bunda kalian dulu.
2. Boleh kita main petak umpet, atau kejar-kejaran rebutan mainan, tapi… semua itu hanya DI RUMAH^^. Kadang abangmu masih lupa, dia suka mengajak aku main petak umpet dan balapan lari di mall. Whoa, itu dilarang ya, Ray. Di tempat-tempat umum, aku adalah tantemu yang dewasa, bijaksana, dan penyanyang keponakan-keponakannya. Dan kamu harus jalan bergandengan tangan dengan bundamu, bukan hanya dengan aku. Dan kalau kamu masih mau didorong dalam stroller, maka yang dorong bunda atau babeh, atau uwa-uwamu lah. Tidak boleh ada yang berfikir kalau aku ibumu ya, sebab itu merugikan aku. Bukan karena aku malu punya anak seperti kamu, itu tidak mungkin karena kalian semua very adorable. Tapi, ya rugi aja… suatu saat kalau kamu sudah besar akan mengerti hehehe.
3. Kamu boleh datang pada Macha-mu ini kapan saja, untuk masalah apa saja; kecuali kalau kamu kepingin pup atau harus ganti pampers.
4. Kamarku sudah menarik perhatian kedua kakakmu. Dan mungkin kamu juga akan tertarik. Kembalikan semua barang yang kamu baca/ gunakan ke tempatnya semula. Jangan penasaran pada benda-benda yang tidak boleh kamu sentuh ya.
5. Sebagai kakak – adik, mungkin kita akan berbeda pendapat tentang makanan, buku, film, dan sebagainya. Tapi, Kimi Raikonnen adalah cowok paling ganteng, okay?!
6. Umur 3 tahun kamu sudah harus bisa membedakan mana “kapal selam” dan mana “lenjeran”.
7. Kamu boleh nonton Barney seharian, atau Disney Playhouse. Tapi kadang-kadang kamu harus ‘berjuang’ untuk menontonnya sebab akan ada tantangan dari macha yang mau nonton siaran langsung F1 atau marathon CSI.
8. Jangan kabur kalau mau difoto dengan kamera macha (dan tolong bilangin ke kaka juga ya). Ia memang sedikit lebih besar, tapi dia tidak akan mencaplokmu.
9. Dilarang takut! Jangan takut salah pakai sendal terbalik antara kiri dan kanan, jangan takut jatuh saat main sepeda, jangan takut belepotan saat menulis dan menggambar, jangan malu-malu untuk bernyanyi dan ngomong sendiri.
10. Akan ada story-telling session bersama macha. Dan please, please, please jangan minta dibacain buku yang sama selama seminggu (dan ini juga harus kita sampaikan ke abang ya, Ray).
11. We’re family. Kadang-kadang pernyataan tersebut membuat kamu tidak bisa jalan-jalan sama teman-temanmu karena harus ikut arisan keluarga; dan itu juga membuat kamu harus menabung untuk membeli kadoku setiap Mei (hehe). Tetapi, itu juga yang akan membuat hidup itu benar-benar ‘good’ seperti yang aku sampaikan tadi.
12. Good luck, and fasten your seatbelt!
WELCOME!
Love,
Macha

Leave a Reply