Something to remember you by*

Aku menutup mataku rapat-rapat.

 

Aku berdiri di ujung daratan. Luka tersayat karang nampak halus pada kakiku yang telanjang. Kaki yang bergurat karena penat. Tebing ini begitu tinggi. Di bawahku ombak-ombak mendebur menabrak dinding batu karang. Aku berdiri di atas tebing tinggi. Dan jantungku berdegup kencang. Maka kukepalkan tangan.

 

Aku menghadap lurus ke hadapan. Aku tidak menunduk aku tidak menoleh. Dengan sapuan rambut ke pipi dan keningku. Juga mereka mengusap mataku. Mata yang menatap matahari jingga. Matahari yang berluntur dengan laut biru. Aku menatap matahari itu. Ketika aku berdiri di ujung daratan. Di atas tebing tinggi. Dengan debur ombak bersuara gagah.

 

Baju putih katunku. Dengan sulaman bunga dahlia pada ujung-ujungnya. Mereka terkibar angin senja. Ketika aku berdiri di ujung daratan. Di atas tebing tinggi. Rok putih berenda tipis, lemah terayun menggelitik betis-betisku. Kakiku yang pucat telanjang. Tanganku terlentang. Memeluk angin dan meremas buih-buih asin lautan. Mataku menatap terus ke depan. Apabila kukedipkan, gumpalan airmata di pelupuknya terdorong keluar dan membasahi pipiku. Dan diterbangkan lagi dengan angin. Bercampur buih berlunturan dengan jingga senja. Dan aku berdiri dengan kaki telanjang tangan membentang. Di ujung daratan di atas tebing tinggi.

 

Aku menggigit tipis-tipis bibirku yang kering. Kulitnya terkelupas dan retak kecil-kecil. Perlahan dan bergetar, aku tersenyum. Aku menggerakkan bibirku yang kulitnya terkelupas itu. Ketika aku berdiri di ujung daratan. Kakiku telanjang. Airmataku gilir bergilir menuju pipiku. Dan sebagiannya terbang bersama buih dan meluntur dalam jingga senja. Aku masih mengepalkan jemari dan membentangkan tanganku. Ketika aku berada di atas tebing tinggi. Di ujung daratan.

 

Dan aku buka kembali mataku.

 

Cahaya lampu meja belajarku begitu menyilaukan pandangan. Aku hapus airmata di pipiku. Aku teguk airputih dalam cangkirku.

Aku kembali pada kertas dan pena di hadapanku.

Aku harus teruskan lagi kerja dan tugasku.

 

*Keith Jarrett,  in the The Melody at Night, With You.

~ by nisa felicia faridz on April 15, 2008.

4 Responses to “Something to remember you by*”

  1. Kaki telanjang, cahaya lampu dan air mata…so sweet yet so tough. You are but the lovely Nisa :)

  2. banyak kenangan yang tak dapat dilupakan pd kak zie semasa nisa di UKM.

  3. dan aku masih berdiri di atas tebing itu
    ia memaksaku untuk menerjang ujung karang
    kian mendorongku untuk menghantam lautan

    “apabila aku sudah tenggelam, mengapa kau masih berdiri di situ?” kamu berteriak di antara laluan desir angin kering yang menggetarkan keningku

  4. jump, i’ll catch you
    jump to the sky,
    i’m there.
    comes up my star,
    comes up,
    we’ll lite the world

Leave a Reply