Datanglah, ya Allah
Aku datang kepada-Mu, ya Allah
dengan tangan terentang dan muka ke tanah.
Aku datang kepada-Mu, ya Allah
bila habis segala daya
dan jiwa terpesona.
Datanglah pula Kau padaku, ya Allah!
Datanglah Kau padaku, wahai,
Tanya Dari Segala Tanya!
Lihatlah tanganku yang terpesona.
Lihatkah jantungku yang berdebar dengan gemas.
Wahai, berdaginglah Engkau
maka tanganku akan meremas-Mu.
Adakah mata-Mu mentari atau bulan?
Adakah Kau dendam atau pengampunan?
Adakah Kau pembalasan atau Ciuman?
Menataplah Kau padaku, ya Allah!
Lihatlah kerinduanku untuk mengerti
gemetar kakiku menahan guyah
dan keakraban bagiku
adalah damba dari segala damba.
Allah! Allah! Allah!
Engkaulah kijang emas
mengelinap antara pohonan di hutan.
Engkaulah keindahan dan kegesitan.
Lihatlah, jantungku berdebar dengan gemas.
Engkaulah bulan di balik cemara,
burung penyanyi di dalam belukar,
dan puteri Cina yang jelita
bersembunyi di balik kipasnya.
Lihatlah, kerinduanku, ya Allah.
Kerinduan, kegemasan, damba dan pesona.
Ungkaplah diri-Mu padaku, wahai,
Tanya Dari Segala Tanya.
Sedemikian agung dan besar-Mu
Sehingga tetap menjadi tanya.
Rendra. 1972. Sajak-sajak sepatu tua. Jakarta: Pustaka Jaya

Leave a Reply