<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Soliloquy</title>
	<atom:link href="http://nisafaridz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nisafaridz.wordpress.com</link>
	<description>accomplish...dream...believe...persistence</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Sep 2009 07:41:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nisafaridz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Soliloquy</title>
		<link>http://nisafaridz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nisafaridz.wordpress.com/osd.xml" title="Soliloquy" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nisafaridz.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>from the Moon Palace by Paul Auster: p. 49</title>
		<link>http://nisafaridz.wordpress.com/2009/09/26/from-the-moon-palace-by-paul-auster-p-49/</link>
		<comments>http://nisafaridz.wordpress.com/2009/09/26/from-the-moon-palace-by-paul-auster-p-49/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 07:41:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa felicia faridz</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nisafaridz.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;&#8230; i learned that there were people who loved me. to be loved like that makes all the difference. it does not lessen the terror of the fall, but it gives the new perspective on what that terror means. i had jumped off the edge, and then, at the very last moment, something reached out [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=67&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;&#8230; i learned that there were people who loved me. to be loved like that makes all the difference. it does not lessen the terror of the fall, but it gives the new perspective on what that terror means. i had jumped off the edge, and then, at the very last moment, something reached out and caught me in midair. that something is what i define as love. it is the one thing that can stop a man from falling, the one thing powerful enough to negate the laws of gravity. &#8230;&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nisafaridz.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nisafaridz.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nisafaridz.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nisafaridz.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nisafaridz.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nisafaridz.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nisafaridz.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nisafaridz.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nisafaridz.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nisafaridz.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nisafaridz.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nisafaridz.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nisafaridz.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nisafaridz.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=67&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nisafaridz.wordpress.com/2009/09/26/from-the-moon-palace-by-paul-auster-p-49/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/464f31d2d4755245ca922413dfa8f4e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nisafaridz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>nisa sepaturoda</title>
		<link>http://nisafaridz.wordpress.com/2009/02/14/nisa-sepaturoda/</link>
		<comments>http://nisafaridz.wordpress.com/2009/02/14/nisa-sepaturoda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 15:45:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa felicia faridz</dc:creator>
				<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[kupu-kupu]]></category>
		<category><![CDATA[sport]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nisafaridz.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;kamu tau kenapa dari kalian (me and sisers) masih kecil, papa selalu support olahraga?&#8221; begitu kata papa di tahun 2002. well, kalau jawabannya &#8220;supaya langsing&#8221; rasanya ga sesuai&#8230;or at least, ga sukses hehehehe&#8230; dari umur empat tahun aku, setiap sabtu sore dan minggu pagi selalu &#8216;berjemur&#8217; di silang monas, dengan seragam kuning-kuning, berada di atas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=64&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;kamu tau kenapa dari kalian (me and sisers) masih kecil, papa selalu support olahraga?&#8221; begitu kata papa di tahun 2002.<br />
well, kalau jawabannya &#8220;supaya langsing&#8221; rasanya ga sesuai&#8230;or at least, ga sukses hehehehe&#8230;</p>
<p>dari umur empat tahun aku, setiap sabtu sore dan minggu pagi selalu &#8216;berjemur&#8217; di silang monas, dengan seragam kuning-kuning, berada di atas sepaturoda. jatuh, bangun lagi, selalu berusaha lebih cepat dan lebih cepat lagi. lebih terampil ketikan harus belok kanan dan kiri, menyilangkan kaki, meliuk-liuk ketika slalom, melompat di atas papan jumping,&#8230;<br />
there&#8217;s nothing more important than preparation for the next competition.</p>
<p>mama selalu sedia glukosa, redoxon, dan susu milo. kami bersihkan bearing dan menyemir sepatu. papa kadang bantu kami untuk bermeditasi (hmm&#8230;anak-anaknya memang seringkali perlu &#8216;menenangkan diri&#8217;). tidak ada santai-santai bangun siang di minggu pagi. karena minggu pagi adalah moment yang terlalu indah untuk dilewati, kami berkeliling sampai bunderan HI dan ratu plaza.<br />
dan eventually, sepaturoda adalah bagian hidup nisa kecil dan remaja. bukan sekedar suka, bukan sekedar supaya sehat, tetapi seperti kata papa: &#8220;supaya kalian kuat&#8221;.</p>
<p>terlalu banyak kekuatan yang diperlukan untuk menjadi seorang yang berkarier di sepaturoda. dan rasanya, walaupun sampai akhirnya aku menamatkan karier tanpa benar-benar berada di puncak, tapi aku merasa begitu banyak kekuatan yang terlatih, yang sangat sangat berguna di hari dan hidup setelahnya.</p>
<p>bukan kekuatan fisik sehingga tidak mudah sakit, bukan kekuatan fisik sehingga dapat jalan dan berlari lebih jauh, lebih cepat, tetapi kekuatan untuk melatih pikiran, melatih mental untuk menerima kekalahan dan kemenangan dengan sportif. kekuatan untuk dapat mengenali diri, kelemahan dan kelebihan.</p>
<p>secara tidak sadar, sejak kecil aku berada di sekitar orang-orang yang melatih untuk selalu melakukan refleksi diri&#8230; apabila aku kalah, aku selalu diajarkan untuk berpikir, &#8220;kalau begitu besok kita harus latihan fokus ke&#8230;&#8221; atau &#8220;liat kan, kalau begitu strategi yang kamu pakai, maka kamu&#8230;&#8221;</p>
<p>saya juga belajar bahwa tidak ada yang bisa dicapai dengan mudah. bahwa segala hal harus diperjuangkan, ada yang harus dikorbankan, dan seringkali untuk menang, usaha kita harus berlipat ganda daripada yang lain. latihan lebih keras, makan lebih disiplin, tidur lebih berkualitas, dan urusan sekolah lebih kritis <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>aku tidak pernah mau mengorbankan sekolah, maka sejak kelas lima SD, begitu pulang sekolah jam 1, bikin PR di sekolah sambil tunggu mama jemput, dan pergi ke senayan atau monas untuk seleksi tim DKI, pulang jam 8 malam, dan tidur. sehingga PR tidak lagi pekerjaan rumah, tetapi pekerjaan setelah bel pulang sekolah. hasilnya? tidak ada alasan untuk menyalahkan kegiatan luar sekolah (statement ini untuk para ortu yang suka paranoid sama olahraga dan kegiatan luar sekolah), karena kalau mau usaha, tidak mungkin ada yang sia-sia.</p>
<p>papa bilang dengan olahraga kita jadi kuat.<br />
kuat untuk bertahan.</p>
<p>begitu kita sekali dua kali jadi juara, sebenarnya begitu banyak beban yang harus kita pikul. dari enam SD aku sudah belajar apa artinya &#8220;pengharapan orang atas diri kita&#8221; dan hopefully i didn&#8217;t do it wrong.</p>
<p>menjadi juara memerlukan kekuatan ekstra. kekuatan untuk menerima kekalahan, adalah hal yang paling utama, yang sering luput dalam &#8220;kurikulum sang juara&#8221;.</p>
<p>kaki kram, sepatu kekecilan, napas sesak, jalan jelek, adalah alasan-alasan yang seringkali terlalu mudah diucapkan ketika seorang jawara kalah dalam satu pertandingan. terlalu mudah, sehingga ia kehilangan kesempatan untuk belajar untuk menghadapi kekalahan secara elegant. apa salahnya kalau kita mengakui keunggulan seseorang melebihi kita? susahkah? memang susah, tapi kalau bisa melakukannya, itu sangat terhormat.</p>
<p>menjadi kuat di sepaturoda membuatku berkekuatan untuk bergerak secara mandiri, dan itu sangat berarti pada hidup sekarang ini.</p>
<p>ketika bertanding di lapangan, aku seringkali tidak punya &#8216;bala bantuan&#8217; yang siap mendorong atau menarik, menghalau musuh, sehingga aku bisa finish nomor satu. almost never that kind of winning ever happen to me.</p>
<p>itulah resiko kalau menjadi &#8216;sprinter&#8217;, lawan atau kawan tidak ada bedanya, mereka berada di lintasan yang berbeda, atau waktu start yang berbeda. the road is yours. you start and finish it yourself. you win alone and yet your lose is caused by yourself also. your supporters are there beside the road, they support you and pray all the way, dan lawan-lawan memperhatikan, dan mungkin mengharapkan yang sebaliknya. but still, kamulah yang berada di dalam lintasan itu, one chance, one shot.</p>
<p>tidakkah diperlukan kekuatan untuk berada di situasi yang demikian? kekuatan untuk memilih apa yang sepatutnya dipikirkan dan apa yang sepatutnya dihalau? suara apa yang perlu didengar dan suara apa yang harus diabaikan? apa yang akan dilakukan saat berbelok? apa yang dilakukan pada 50 meter terakhir? akhirnya kekuatan fikiran melebihi pentingnya kekuatan fisik dalam kondisi seperti itu.</p>
<p>sebenarnya, pada 2002 itu papa menjelaskan kepadaku alasan mengapa ia mendorong kami bersepaturoda:<br />
supaya anak-anak papa kuat dalam hidup! tanpa kekuatan, kamu tidak akan berani mengambil pilihan.</p>
<p>Gee, thanks old pal!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nisafaridz.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nisafaridz.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nisafaridz.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nisafaridz.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nisafaridz.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nisafaridz.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nisafaridz.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nisafaridz.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nisafaridz.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nisafaridz.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nisafaridz.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nisafaridz.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nisafaridz.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nisafaridz.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=64&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nisafaridz.wordpress.com/2009/02/14/nisa-sepaturoda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/464f31d2d4755245ca922413dfa8f4e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nisafaridz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>the universe will support you</title>
		<link>http://nisafaridz.wordpress.com/2009/02/14/the-universe-will-support-you/</link>
		<comments>http://nisafaridz.wordpress.com/2009/02/14/the-universe-will-support-you/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 18:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa felicia faridz</dc:creator>
				<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[kupu-kupu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nisafaridz.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[di siang-siang yang rada mendung, jumpa seorang dosen, bertukar cerita mulai dari hal-hal yang berat, sederhana, sampai aku cerita tentang mimpi-mimpi yang tidak berani aku ungkapkan ke siapapun, awalnya, karena takut..bahkan menyimpannya dalam hatipun perlu keberanian yang besar. tapi siang itu aku ngerasa dia begitu elegan &#8216;nelanjangin&#8217; aku&#8230; i need to tell you that she&#8217;s [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=61&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>di siang-siang yang rada mendung, jumpa seorang dosen, bertukar cerita mulai dari hal-hal yang berat, sederhana, sampai aku cerita tentang mimpi-mimpi yang tidak berani aku ungkapkan ke siapapun, awalnya, karena takut..bahkan menyimpannya dalam hatipun perlu keberanian yang besar.<br />
tapi siang itu aku ngerasa dia begitu elegan &#8216;nelanjangin&#8217; aku&#8230; i need to tell you that she&#8217;s a Prof.of counseling&#8230;makanya sukanya &#8216;mengundang&#8217; orang curhat.<br />
sampai dia bilang &#8220;dont be afraid, nisa. as long as you have good intention adn you keep yourself consistent toward that goal, the universe will support you&#8221;<br />
&#8230;the universe will support you&#8230; Subhanallah. dia membuka mataku bahwa selama ini, dan juga nanti, dukungan tidak sedangkal bersumber dari orang-orang yang berada di sekitarku. tetapi alam semesta juga akan merestui ku&#8230; tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa pernyataan itu adalah mistikal dan sarat dengan mitos. sebaliknya, bukankah manifestasi Allah ada di mana-mana?<br />
ketika hujan turun deras sehingga aku harus lebih lama berada di perpustakaan, dan akhirnya membaca lebih banyak.<br />
cuaca membantuku untuk tidak berenti belajar hari itu<br />
ketika monyet-monyet mampir di jendela dan membuat pertunjukan, aku mengalihkan mata dan pikiran sejenak dari laptop dan kertas-kertas artikel.<br />
mereka membantuku beristirahat, suatu kebutuhan yang sering diabaikan.<br />
ketika orang yang tidak kukenal sebelumnya menelpon dan minta diajarin photoshop.<br />
ia membantuku dengan membuatku merasa lebih bermakna karena ternyata dalam kondisi yang demikian sesak, aku masih bisa bantu orang.<br />
ketika aku harus buat banyak tugas, aku tinggal di tempat yang isolated, kurang hiburan sehingga ngerjain tugas tidak dikacaukan dengan godaan-godaan untuk ke kedai.<br />
rumah membantuku untuk lebih sabar mengerjakan tugas-tugas.</p>
<p>terima kasih alam semesta,&#8230;</p>
<p>(Universiti Kebangsaan Malaysia, 2006)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nisafaridz.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nisafaridz.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nisafaridz.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nisafaridz.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nisafaridz.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nisafaridz.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nisafaridz.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nisafaridz.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nisafaridz.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nisafaridz.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nisafaridz.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nisafaridz.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nisafaridz.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nisafaridz.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=61&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nisafaridz.wordpress.com/2009/02/14/the-universe-will-support-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/464f31d2d4755245ca922413dfa8f4e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nisafaridz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>maafkan aku, nisa</title>
		<link>http://nisafaridz.wordpress.com/2009/02/14/maafkan-aku-nisa/</link>
		<comments>http://nisafaridz.wordpress.com/2009/02/14/maafkan-aku-nisa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 17:48:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa felicia faridz</dc:creator>
				<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[kupu-kupu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nisafaridz.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[*terinspirasi dari The Kite Runner (dari arsip 2007) Penebusan dosa. Semua orang yang menyadari kesalahannya, dosa yang tersimpan dalam dadanya, pasti merasa merana dan terdorong untuk menebusnya. Baba, ayah si Amir dalam The Kite Runner berusaha untuk menebus kesalahan besar di masa lalunya dengan mendirikan panti asuhan, mengasihi fakir miskin, dan selalu menolong orang lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=58&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*terinspirasi dari The Kite Runner (dari arsip 2007)</p>
<p>Penebusan dosa. Semua orang yang menyadari kesalahannya, dosa yang tersimpan dalam dadanya, pasti merasa merana dan terdorong untuk menebusnya.</p>
<p>Baba, ayah si Amir dalam The Kite Runner berusaha untuk menebus kesalahan besar di masa lalunya dengan mendirikan panti asuhan, mengasihi fakir miskin, dan selalu menolong orang lain dengan gagahnya. Saya yakin, apa yang dilakukan Baba tak ubahnya dengan apa yang dilakukan banyak orang di dunia, di mana rasa bersalah mendorong orang untuk berbuat kebaikan.</p>
<p>Tidak jarang pula orang yang merasa menanggung dosa besar menjadi insomnia seperti Amir-jan, berusaha mati-matian melupakan masa lalunya, menenggelamkan atau sekurang-kurangnya mengalirkan dosa itu di atas &#8216;sungai besar&#8217;, istilahnya untuk Amerika. Namun semakin keras ia berusaha, semakin dekat pula dosa tersebut menghantuinya.</p>
<p>Namun, Rahim Khan yang bijak tidak saja berujar pada Amir, tetapi pada saya yang juga ikut tersinggung membacanya: &#8220;&#8230; Maafkanlah aku kalau kau ingin memaafkanku, Amir. Namun, yang paling utama, maafkanlah dirimu&#8230;&#8221;</p>
<p>Nasihat senada juga pernah saya terima dari Mitch Albom dalam Tuesdays With Morrie yang bilang: &#8220;forgive yourself before you die, then forgive others.&#8221;</p>
<p>Menyadari dosa yang saya buat, yang berbuntut panjang, saya merasa seperti Amir yang merasa telah membunuh Hassan yang sebenarnya mati di tangan Taliban. Saya ingin seseorang menghukum saya secara sungguh-sungguh. saya bisa mengerti mengapa Amir berharap dibalas, dilempar balik dengan buah delima oleh Hassan. &#8220;Hukumlah aku, balaslah dendammu padaku, supaya kita impas. Supaya tak perlu lagi aku menanggung beban dosa ini. Supaya aku bisa hidup dengan tenang dan tidur dengan nyenyak!&#8221;</p>
<p>Amir yang telah menebus rasa bersalahnya dengan menyelamatkan Sohrab membesarkan hati saya, memberikan satu harapan, menunggu tiba saatnya bagi saya untuk menebus dosa dan kepedihan yang saya torehkan pada dia, dan mereka.</p>
<p>Rahim Khan, Rahim Khan, kalaulah memang yang paling utama adalah memaafkan diriku sendiri, itukah sebabnya ia menjadi perkara yang paling susah untuk saya lakukan? Ajari saya, Rahim Khan&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nisafaridz.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nisafaridz.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nisafaridz.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nisafaridz.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nisafaridz.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nisafaridz.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nisafaridz.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nisafaridz.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nisafaridz.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nisafaridz.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nisafaridz.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nisafaridz.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nisafaridz.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nisafaridz.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=58&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nisafaridz.wordpress.com/2009/02/14/maafkan-aku-nisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/464f31d2d4755245ca922413dfa8f4e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nisafaridz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Datanglah, ya Allah</title>
		<link>http://nisafaridz.wordpress.com/2009/02/14/datanglah-ya-allah-2/</link>
		<comments>http://nisafaridz.wordpress.com/2009/02/14/datanglah-ya-allah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 17:27:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa felicia faridz</dc:creator>
				<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[hope]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[rendra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nisafaridz.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Aku datang kepada-Mu, ya Allah dengan tangan terentang dan muka ke tanah. Aku datang kepada-Mu, ya Allah bila habis segala daya dan jiwa terpesona. Datanglah pula Kau padaku, ya Allah! Datanglah Kau padaku, wahai, Tanya Dari Segala Tanya! Lihatlah tanganku yang terpesona. Lihatkah jantungku yang berdebar dengan gemas. Wahai, berdaginglah Engkau maka tanganku akan meremas-Mu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=55&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku datang kepada-Mu, ya Allah<br />
dengan tangan terentang dan muka ke tanah.<br />
Aku datang kepada-Mu, ya Allah<br />
bila habis segala daya<br />
dan jiwa terpesona.<br />
Datanglah pula Kau padaku, ya Allah!<br />
Datanglah Kau padaku, wahai,<br />
Tanya Dari Segala Tanya!<br />
Lihatlah tanganku yang terpesona.<br />
Lihatkah jantungku yang berdebar dengan gemas.<br />
Wahai, berdaginglah Engkau<br />
maka tanganku akan meremas-Mu.<br />
Adakah mata-Mu mentari atau bulan?<br />
Adakah Kau dendam atau pengampunan?<br />
Adakah Kau pembalasan atau Ciuman?<br />
Menataplah Kau padaku, ya Allah!<br />
Lihatlah kerinduanku untuk mengerti<br />
gemetar kakiku menahan guyah<br />
dan keakraban bagiku<br />
adalah damba dari segala damba.</p>
<p>Allah! Allah! Allah!<br />
Engkaulah kijang emas<br />
mengelinap antara pohonan di hutan.<br />
Engkaulah keindahan dan kegesitan.<br />
Lihatlah, jantungku berdebar dengan gemas.<br />
Engkaulah bulan di balik cemara,<br />
burung penyanyi di dalam belukar,<br />
dan puteri Cina yang jelita<br />
bersembunyi di balik kipasnya.<br />
Lihatlah, kerinduanku, ya Allah.</p>
<p>Kerinduan, kegemasan, damba dan pesona.<br />
Ungkaplah diri-Mu padaku, wahai,<br />
Tanya Dari Segala Tanya.<br />
Sedemikian agung dan besar-Mu<br />
Sehingga tetap menjadi tanya.</p>
<p>Rendra. 1972. Sajak-sajak sepatu tua. Jakarta: Pustaka Jaya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nisafaridz.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nisafaridz.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nisafaridz.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nisafaridz.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nisafaridz.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nisafaridz.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nisafaridz.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nisafaridz.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nisafaridz.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nisafaridz.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nisafaridz.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nisafaridz.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nisafaridz.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nisafaridz.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=55&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nisafaridz.wordpress.com/2009/02/14/datanglah-ya-allah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/464f31d2d4755245ca922413dfa8f4e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nisafaridz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>melancholic saturday</title>
		<link>http://nisafaridz.wordpress.com/2008/04/20/melancholic-saturday/</link>
		<comments>http://nisafaridz.wordpress.com/2008/04/20/melancholic-saturday/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 07:52:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa felicia faridz</dc:creator>
				<category><![CDATA[self]]></category>
		<category><![CDATA[social relationships]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nisafaridz.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[maybe you were right my dear friend, we laughed too loud and we smiled too much that made the targedy happened as the moon set full and high but i really wanted you to smile and be happy, my dear friend despite all those odds that made both of us upset and yes, those hurt [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=52&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>maybe you were right my dear friend,<br />
we laughed too loud and we smiled too much<br />
that made the targedy happened as the moon set full and high<br />
but i really wanted you to smile and be happy, my dear friend<br />
despite all those odds that made both of us upset<br />
and yes, those hurt me too.<br />
maybe we shouldn&#8217;t have gone this far, my dear friend<br />
where they said &#8220;this is what you have to pay for your career&#8221;<br />
and they put the blame on us, for being smart and being tough<br />
maybe we should have just been like them so that we live in security<br />
but then again my dear friend,<br />
it would never happen to the lives of people with courage, like us.</p>
<p>maybe you should not have shared your problem with me, my dear friend<br />
for you would refer to the experience that brought me here and now;<br />
for you would think that my here and now is going to be your future.<br />
you shouldn&#8217;t have heard my advice for there was no wisdom in those sentence<br />
that came from a mouth of wounded heart.<br />
i am so sorry for that, my dear friend.</p>
<p>and all of that i&#8217;ve been through;<br />
i would never want to happen again<br />
to both of us, my dear friend.<br />
to both of us.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nisafaridz.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nisafaridz.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nisafaridz.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nisafaridz.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nisafaridz.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nisafaridz.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nisafaridz.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nisafaridz.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nisafaridz.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nisafaridz.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nisafaridz.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nisafaridz.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nisafaridz.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nisafaridz.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nisafaridz.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nisafaridz.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=52&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nisafaridz.wordpress.com/2008/04/20/melancholic-saturday/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/464f31d2d4755245ca922413dfa8f4e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nisafaridz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Something to remember you by*</title>
		<link>http://nisafaridz.wordpress.com/2008/04/15/something-to-remember-you-by/</link>
		<comments>http://nisafaridz.wordpress.com/2008/04/15/something-to-remember-you-by/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 02:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa felicia faridz</dc:creator>
				<category><![CDATA[self]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nisafaridz.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Aku menutup mataku rapat-rapat.   Aku berdiri di ujung daratan. Luka tersayat karang nampak halus pada kakiku yang telanjang. Kaki yang bergurat karena penat. Tebing ini begitu tinggi. Di bawahku ombak-ombak mendebur menabrak dinding batu karang. Aku berdiri di atas tebing tinggi. Dan jantungku berdegup kencang. Maka kukepalkan tangan.   Aku menghadap lurus ke hadapan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=51&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku menutup mataku rapat-rapat.</p>
<p> </p>
<p>Aku berdiri di ujung daratan. Luka tersayat karang nampak halus pada kakiku yang telanjang. Kaki yang bergurat karena penat. Tebing ini begitu tinggi. Di bawahku ombak-ombak mendebur menabrak dinding batu karang. Aku berdiri di atas tebing tinggi. Dan jantungku berdegup kencang. Maka kukepalkan tangan.</p>
<p> </p>
<p>Aku menghadap lurus ke hadapan. Aku tidak menunduk aku tidak menoleh. Dengan sapuan rambut ke pipi dan keningku. Juga mereka mengusap mataku. Mata yang menatap matahari jingga. Matahari yang berluntur dengan laut biru. Aku menatap matahari itu. Ketika aku berdiri di ujung daratan. Di atas tebing tinggi. Dengan debur ombak bersuara gagah.</p>
<p> </p>
<p>Baju putih katunku. Dengan sulaman bunga dahlia pada ujung-ujungnya. Mereka terkibar angin senja. Ketika aku berdiri di ujung daratan. Di atas tebing tinggi. Rok putih berenda tipis, lemah terayun menggelitik betis-betisku. Kakiku yang pucat telanjang. Tanganku terlentang. Memeluk angin dan meremas buih-buih asin lautan. Mataku menatap terus ke depan. Apabila kukedipkan, gumpalan airmata di pelupuknya terdorong keluar dan membasahi pipiku. Dan diterbangkan lagi dengan angin. Bercampur buih berlunturan dengan jingga senja. Dan aku berdiri dengan kaki telanjang tangan membentang. Di ujung daratan di atas tebing tinggi.</p>
<p> </p>
<p>Aku menggigit tipis-tipis bibirku yang kering. Kulitnya terkelupas dan retak kecil-kecil. Perlahan dan bergetar, aku tersenyum. Aku menggerakkan bibirku yang kulitnya terkelupas itu. Ketika aku berdiri di ujung daratan. Kakiku telanjang. Airmataku gilir bergilir menuju pipiku. Dan sebagiannya terbang bersama buih dan meluntur dalam jingga senja. Aku masih mengepalkan jemari dan membentangkan tanganku. Ketika aku berada di atas tebing tinggi. Di ujung daratan.</p>
<p>&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Dan aku buka kembali mataku.</p>
<p> </p>
<p>Cahaya lampu meja belajarku begitu menyilaukan pandangan. Aku hapus airmata di pipiku. Aku teguk airputih dalam cangkirku.</p>
<p>Aku kembali pada kertas dan pena di hadapanku.</p>
<p>Aku harus teruskan lagi kerja dan tugasku.</p>
<p> </p>
<p>*Keith Jarrett,  in the The Melody at Night, With You.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nisafaridz.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nisafaridz.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nisafaridz.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nisafaridz.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nisafaridz.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nisafaridz.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nisafaridz.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nisafaridz.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nisafaridz.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nisafaridz.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nisafaridz.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nisafaridz.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nisafaridz.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nisafaridz.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nisafaridz.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nisafaridz.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=51&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nisafaridz.wordpress.com/2008/04/15/something-to-remember-you-by/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/464f31d2d4755245ca922413dfa8f4e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nisafaridz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Vienna Concert &#8211; Keith Jarrett</title>
		<link>http://nisafaridz.wordpress.com/2008/04/07/vienna-concert-keith-jarrett/</link>
		<comments>http://nisafaridz.wordpress.com/2008/04/07/vienna-concert-keith-jarrett/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 08:31:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa felicia faridz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[jazz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nisafaridz.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[I was writing a letter for a friend of mine when I decided to switch my iPod from the &#8220;Cinema Paradiso ost.&#8221; To &#8220;Jarrett, Keith&#8221;. I played the &#8220;Vienna Concert&#8221;, the album this friend of mine gave me. It wasn&#8217;t only that I was curious to listen this popular composition, but as I agreed to [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=46&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nisafaridz.files.wordpress.com/2008/04/jarrett.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-47" src="http://nisafaridz.files.wordpress.com/2008/04/jarrett.jpg?w=128&#038;h=128" alt="" width="128" height="128" /></a>I was writing a letter for a friend of mine when I decided to switch my iPod from the &#8220;Cinema Paradiso ost.&#8221; To &#8220;Jarrett, Keith&#8221;. I played the &#8220;Vienna Concert&#8221;, the album this friend of mine gave me. It wasn&#8217;t only that I was curious to listen this popular composition, but as I agreed to &#8220;The Sinister&#8221;, my friend =), that I tended to be such a melancholic and romantic person :&#8221;&gt;</p>
<p>So I thought it would be simply nice to write him while I listened to the music he gave me.</p>
<p>But then, it turned out to be no longer a romantic, but pathetic moment.</p>
<p>It didn&#8217;t take so much concentration to write him, actually. Because I was getting used to write him (and read his ‘essays&#8217; instead of letters <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ); and as we understood each other, I didn&#8217;t worry anymore that my English was going to be too poor for him~^^. So listening to music and writing him my ‘essays&#8217; (but not as much as his~^^) should have been simply possible to be done.</p>
<p> </p>
<p>But as listened to the Vienna Concert part 1, I felt so much distracted by Jarrett solo performance. I knew &#8220;Koln Concert part 1&#8243; could make me cry, and &#8220;My back pages&#8221; from the album &#8220;Somewhere Before&#8221; could make me smile. But the Vienna Concert part 1, especially the beginning part (from more than 40 minutes) was something else! It was too quiet, and demanding!</p>
<p>By ‘demanding&#8217; I meant he really expected me to focus on his sentences (that he delivered by the keyboard of &#8220;Steinway &amp; Sons&#8221;) and he demanded me to stop writing, I couldn&#8217;t think of anything else, I forgot what to share and write. I totally couldn&#8217;t think of anything else but to listen to Jarrett&#8217;s wordless story. The story that he represented in order to bring my memories appears in the screen of my brain! My path, I remember the walk I made. I saw my sweet, depressing, wonderful, as well as hurtful road I had been through. I made conversation with Jarrett, inside my head, in a leisure pace, over a hot coffee and chilly rain.</p>
<p>I sometimes wiped my cheek from the tears that fell as I listen to his intense emotion. And I felt so pathetic when after about 20 minutes he repeated similar tone over an over. It was too depressing and made me say: &#8220;C&#8217;mon Man, move on&#8230;&#8221; and indeed, I wasn&#8217;t so sure if I told that to him, or to myself.</p>
<p>Apart from so many wonderful pieces my friend gave me: The Portico Quartet (so glad I know them^^), Manu Katche, Dave Holland, Julia Sassoon, Brad Mehldau, Pat Metheny, and so much more; this Vienna Concert was something else. I cant explain why it was different, but my heart said so and I about to quit questioning it so much now ^^.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nisafaridz.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nisafaridz.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nisafaridz.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nisafaridz.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nisafaridz.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nisafaridz.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nisafaridz.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nisafaridz.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nisafaridz.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nisafaridz.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nisafaridz.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nisafaridz.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nisafaridz.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nisafaridz.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nisafaridz.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nisafaridz.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=46&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nisafaridz.wordpress.com/2008/04/07/vienna-concert-keith-jarrett/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/464f31d2d4755245ca922413dfa8f4e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nisafaridz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nisafaridz.files.wordpress.com/2008/04/jarrett.jpg?w=128" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>identitas etnik, seberapa pentingkah?</title>
		<link>http://nisafaridz.wordpress.com/2008/03/30/identitas-etnik-seberapa-pentingkah/</link>
		<comments>http://nisafaridz.wordpress.com/2008/03/30/identitas-etnik-seberapa-pentingkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 08:15:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa felicia faridz</dc:creator>
				<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[social relationships]]></category>
		<category><![CDATA[ethnicity]]></category>
		<category><![CDATA[integration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nisafaridz.wordpress.com/2008/03/30/identitas-etnik-seberapa-pentingkah/</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Kamis, 27 Maret 2008 yang lalu, Kumpulan Penyelidik Hubungan Etnik dan Pendidikan Fakulti Pendidikan bekerja sama dengan Institut Kajian Etnik (KITA) &#8211; UKM mengadakan &#8220;Kolokium Identiti, Etnisiti, dan Pendidikan&#8221; yang sebenarnya dijalankan untuk keperluan projek merancang modul pengajaran yang dapat meningkatkan perpaduan antar etnik, yang kemudian akan digunakan di sekolah-sekolah menengah di semenanjung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=45&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari Kamis, 27 Maret 2008 yang lalu, <i>Kumpulan Penyelidik Hubungan Etnik dan Pendidikan Fakulti Pendidikan</i> bekerja sama dengan <i>Institut Kajian Etnik (KITA)</i> &#8211; UKM mengadakan &#8220;Kolokium Identiti, Etnisiti, dan Pendidikan&#8221; yang sebenarnya dijalankan untuk keperluan projek merancang modul pengajaran yang dapat meningkatkan perpaduan antar etnik, yang kemudian akan digunakan di sekolah-sekolah menengah di semenanjung Malaysia.</p>
<p>Kebetulan saya pembantu <i>kumpulan penyelidik </i>tersebut, jadi saya wajib ikut kolokium tadi. Celakanya, saya merasa menikmati ilmu pengetahuan yang didapat dari kolokium tersebut. Kenapa celaka bukannya bersyukur? wah kalau bersyukur sih pasti, ya. namanya dapet ilmu, pastilah saya senang. Tapi, saya jadi sempat tergoda untuk menceburi bidang ini. Padahal saya sudah berkomitmen pada bidang pendidikan yang lain, dan saya tidak mau seperti kata pepatah &#8221; <i>leave too many fingers in too many pies&#8221; </i>(terjemahan bebasnya: ke sana ke mari ngga jelas dan ngga fokus). Tapi walau bagaimanapun, saya sangat terdorong untuk membagi pelajaran (yang sudah terkontaminasi dengan kesan pribadi saya) tentang kolokium tersebut.</p>
<p>Hal yang menarik adalah peserta dan pemakalah  yang terdiri dari para pakar hubungan etnik dan pendidikan multikultural, baik dari Malaysia (UKM, UPM, USM, dan <i>Bahagian Pendidikan Guru &#8211; Kementrian Pelajaran Malaysia</i>) dan juga beberapa dosen dari Universitas Pendidikan Indonesia (yang kesemuanya dari Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial &#8211; Jurusan Sejarah). <i>Blend </i>yang seru, sebab konsep etnik di Malaysia dan di Indonesia diperbandingkan, isu-isu  termasuk kebijakan masing-masing negara juga dikomparasi sehingga saya sangat diperkaya dengan wacana perpaduan, yang sebelumnya hampir tidak pernah saya pelajari secara sengaja (dan mungkin kali itu juga tidak sengaja).</p>
<p>Asimilasi; itulah yang menjadi perbedaan pertama (dan utama) dari proses perpaduan antar masyarakat berbeda etnik di Indonesia dengan di Malaysia. Indonesia, dan ini juga terjadi di Thailand, menuntut masyarakatnya untuk berasimilasi. Di Indonesia, warga negara menyatu dengan semboyan &#8220;Bhineka Tunggal Ika&#8221;. Terlebih lagi selepas Reformasi, dalam KTP tidak ada lagi identitas &#8220;Warga Negara Asli&#8221; atau &#8220;Warga Negara Keturunan&#8221;. Saya sempat curiga (dan curiga dalam keilmuan tidak mesti dikonotasikan negatif ya), bukannya penghapusan tersebut adalah usaha  yang seolah-olah menihilkan perbedaan; yang jelas-jelas adalah usaha yang terlalu naïve? Tanya saya dalam hati.</p>
<p>&#8220;Bukan,&#8221;  segera kepala saya menjawabnya selepas merujuk pernyataan Dr. Sarjit S. Gill, seorang pakar etnik dari UPM dan fokus pada kajian etnik Sikh (mereka tidak berbahasa Tamil, tetapi Punjabi). Dr. Gill memuji usaha pemerintah Indonesia yang tidak terlalu <i>mengambil berat</i> latar belakang etnik seseorang. Menurut beliau justru partai politik Malaysia-lah yang melestarikan <i>perkauman </i>(etnosentrisme) di Malaysia. UMNO sebagai partai etnis Melayu, berusaha menjadi pahlawan kaum Melayu, MCA mengemban amanat Cina, dan MIC (walau ternyata gagal) mau menjadi penjuang aspirasi India. Kenapa partai harus mengelompokkan kaum, seakan-akan tidak ada yang namanya kepentingan ‘bangsa Malaysia&#8217; dan yang ada malah kepentingan etnik? Demikian ujar Dr. Gill yang membuat saya mengangguk-angguk membenarkan (dan ini silakan dibandingkan dengan partai-partai berbasis agama di Indonesia, teman-teman).</p>
<p>Seperti juga di Thailand, kaum keturunan Tionghoa di Indonesia mempunyai ‘nama lokal&#8217;. Teman saya di Jakarta, namanya Liu Lian Fei, tetapi di KTP namanya: Sari Liu. Kemudian sebut nama lain seperti Salim, Ciputra, dan sebagainya yang fasih berbahasa Jawa. Dan tidak banyak lagi generasi muda keturunan Tionghoa di Indonesia yang fasih berbahasa Mandarin, Hokkian, dan sebagainya (kecuali mungkin di beberapa daerah seperti Medan, Surabaya, dan Pontianak &#8211; ini sih pengetahuan saya, silakan bantah). Kalaupun mereka bisa berbahasa Cina, tetap mereka mengakui bahasa Indonesia, ditambah dengan bahasa lokal (Jawa, Sunda, dsb). Sehingga warga negara Indonesia keturunan Cina, di Singapore sering disebut OCBC (yang sebenarnya adalah nama Bank), kependekan dari Orang Cina Bukan Cina. Di Malaysia, ada juga istilah &#8220;Banana Man&#8221;, orang yang kulitnya kuning, tetapi isinya putih karena tidak berbahasa Cina tetapi menggunakan bahasanya ‘orang putih&#8217; (Bahasa Inggris). Dr. Dadan Supardan dari UPI juga menambahkan contoh asimilasi yang kental, di mana tidak ada keengganan masyarakat non-Cina di Indonesia untuk menggunakan istilah-istilah bahasa Hokkian, &#8220;<i>cepek, gopek, goceng&#8230;&#8221;</i>.</p>
<p>Di Malaysia bahkan dibentuk satu departemen yang khusus menangani masalah perpaduan antar etnik, yaitu <i>Jabatan Perpaduan Negara</i>. Tetapi para expertise di bidang etnik siang itu ramai-ramai setuju bahwa kerajaan Malaysia sebenarnya bersifat dualisme dalam hal perpaduan. Selain dari budaya politik yang mengekalkan <i>perkauman</i>, sistem pendidikan di Malaysia juga secara formal sudah mengekalkan ketidaksepaduan. Sejak peringkat pendidikan dasar, sekolah negeri, yang di Malaysia dikenal dengan istilah <i>Sekolah Kebangsaan</i>, sudah dipisah-pisahkan antara <i>Sekolah Jenis Kebangsaan</i> (SJK) Cina (SJKC), India/ Tamil (SJKT), dan <i>Sekolah Kebangsaan</i> (yang didominasi Melayu). Bahasa pengantar dan lingkungan masing-masing sekolah akhirnya kembali monokultur. Ketika sejak kanak-kanak sampai remaja mereka terbiasa pada lingkungan yang monokultur, sejauh mana mereka luwes untuk hidup dalam masyarakat yang <i>ternyata</i> multikultur? Meminjam istilah Prof. Datuk Shamsul yang menjadi <i>keynote speaker</i> hari itu, &#8220;Buluh sudah menjadi bambu, sudah kaku dan keras. Mau diajar untuk luwes? Ya terlambat lah!&#8221;</p>
<p>Indonesia boleh merasa unggul dalam hal sistem formal yang diterapkannya. Walaupun ada sekolah-sekolah yang mayoritasnya etnik tertentu (misalnya di daerah Jakarta Kota, sekolah negeripun menjadi sekolah(nya) Cina, menurut saya itu wajar mengikut demografi dan geografisnya) tetapi tidak ada legitimasi bahwa sekolah-sekolah tersebut adalah Sekolah Jawa, Sekolah Cina, Sekolah Batak, dan seterusnya. Sewaktu kita mengisi formulir tertentu, misalnya aplikasi bank di Indonesia, kita juga bersyukur tidak ada pertanyaan soal etnik. Tidak seperti di Malaysia yang mementingkan etnik dimana pada hampir semua <i>borang</i> (form), penulis harus menyatakan apakah dirinya Melayu, Cina, atau India, atau bahkan &#8220;lain-lain&#8221; (inilah yang saya benci dari data kuantitatif, seolah-olah kalau kamu minoritas, kamu pantas diintifikasi sebagai ‘<i>others&#8217;</i>). Maka dalam banyak hal yang berhubungan dengan perpaduan etnik, sebenarnya masyarakat Indonesia sudah lebih siap untuk hidup bersatu padu.</p>
<p>Dan untuk menutup rangkaian pertama dari seri perpaduan etnik (rencananya saya memang ingin share lebih banyak, tetapi supaya tidak <i>terlalu</i> membosankan, saya penggal dulu di sini), saya ingin berbagi hasil penelitian tahun 2007 di negeri Selangor tentang perpaduan etnik. Kajian yang dilakukan oleh Dr. Zahara Aziz et al. menunjukkan bahwa tahap pendidikan seseorang berhubungan erat dengan sikap terbuka untuk bersepadu dengan etnik yang lain. Dapatan ini menjadi satu bahan refleksi saya, apakah gelar Master ini akan membuat saya lebih bijaksana dalam melihat diri saya sebagai Sunda &#8211; Palembang yang besar di Jakarta (dan 4 tahun di Jogja); sekaligus melihat orang lain yang berlatar belakang etnis berbeda dengan saya; sekaligus pula menilai sejauh mana pentingnya identitas etnik saya dan lingkungan saya? <i>Something to think about, my dear Indonesian fellows.</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nisafaridz.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nisafaridz.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nisafaridz.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nisafaridz.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nisafaridz.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nisafaridz.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nisafaridz.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nisafaridz.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nisafaridz.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nisafaridz.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nisafaridz.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nisafaridz.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nisafaridz.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nisafaridz.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nisafaridz.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nisafaridz.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=45&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nisafaridz.wordpress.com/2008/03/30/identitas-etnik-seberapa-pentingkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/464f31d2d4755245ca922413dfa8f4e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nisafaridz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang Kampung Nonton F1</title>
		<link>http://nisafaridz.wordpress.com/2008/03/22/orang-kampung-nonton-f1/</link>
		<comments>http://nisafaridz.wordpress.com/2008/03/22/orang-kampung-nonton-f1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2008 14:12:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisa felicia faridz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nisafaridz.wordpress.com/2008/03/22/orang-kampung-nonton-f1/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Hillside (Gate C2) Sepang Circuit siang tadi, saya mencoba untuk telpon sahabat saya (tidak ada kata ‘mantan&#8217; untuk sahabat, yang ini saya kekeuh banget) dan ceritanya mau pamer suara gemuruh mesin-mesin si ceper-ceper yang super kenceng dan super keren itu. Saya mau pamer kegembiraan saya bisa berada di sana, mengalungi 40D (tiba-tiba jadi mini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=44&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari <i>Hillside (Gate C2) </i>Sepang Circuit siang tadi, saya mencoba untuk telpon sahabat saya (tidak ada kata ‘mantan&#8217; untuk sahabat, yang ini saya kekeuh banget) dan ceritanya mau pamer suara gemuruh mesin-mesin si ceper-ceper yang super kenceng dan super keren itu. Saya mau pamer kegembiraan saya bisa berada di sana, mengalungi 40D (tiba-tiba jadi mini banget dibandingin lensa-lensa ‘gayung&#8217; yang betebaran di sana <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ) dan berada di antara penggemar Formula 1.</p>
<p>Sahabat saya ini memang dulunya partner nonton F1 lewat kaca tivi. &#8220;Sa, Kimi mesinnya jebol!&#8221; atau &#8220;Sa, Alonso keluar!&#8221; begitu yang biasanya dia teriakkan dari ruang tivi rumah saya ketika perhatian saya seringkali teralih ke isi kulkas <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Memang cerita itu sudah sangat lama sih, tapi kan saya sudah kekeuh bahwa tidak ada istilah ‘mantan&#8217; dalam persahabatan. Dan maknanya, kenangan-kenangan yang menyenangkan itu tidak akan pernah basi untuk saya.</p>
<p>Maka tadi siang juga demikian, dua orang yang saya coba telpon adalah dia dan kakak ipar saya, yang anaknya dikasih nama sama dengan nama kecil Kimi Raikonnen, Raka. Mereka adalah partner andalan saya kalau membahas F1 (Aan, kamu di mana?!). Dan dua-duanya tidak menjawab telpon saya (apes! Emang ga boleh pamer kali ya hehe). Akhirnya kedua-duanya saya sms aja (pantang menyerah! Hehe). Sms saya untuk sahabat itu adalah begini:</p>
<p>&#8220;Payah ah&#8230; gw mau pamer suara gemuruh sepang circuit padahal&#8230;penting tuh! <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> &#8220;</p>
<p>Sahabat saya ini memang pernah berpesan bahwa jangan telpon kalau ngga penting-penting amat. Makanya saya tegasin di sms saya, ‘pameran&#8217; saya ini sangat penting. <i>Excitement</i> yang saya rasakan ketika mendengar suara raungan mesin, dan ledakan bak kembang api ketika mobil-mobil tersebut berbelok, luar biasa! Saya rasa akan sangat menarik berbagi perasaan ini kepada orang yang saya tahu betul juga penggemar F1 (ngga tau ya kalo sekarang ngakunya ga suka lagi. Tapi kalau dia bilang demikian pun mungkin akan saya acuhkan seperti ketika dia mengaku demikian tentang jazz. Tidak mungkin!).</p>
<p>Ketika menunggu race berikutnya dan saya duduk di atas rumput di <i>hillside </i>sepang circuit (ya, saya mengulang-ulang lokasi ini&#8230; tandanya saya benar-benar <i>excited!</i>), rupanya sms saya sudah terbalas, begini bunyinya: &#8220;Kampung lo. D&amp;$#n lg tidur, &#8220;</p>
<p>Ha? &#8230; hahaha&#8230; mulai lagi nih&#8230; hahaha&#8230; begitulah reaksi saya. Sayangnya saya tengah bersama orang-orang yang baru kenal saya siang itu (yang cuma tahu saya penggemar Kimi dan saya mahasiswa dari Indonesia), di <i>hillside </i>Sepang circuit. Jadi kalau saya ketawa-ketawa baca sms, pasti teman-teman satu tim saya itu (haha) pada bingung. Akhirnya ya saya balas saja sms itu dengan tidak kalah nyolotnya (hehe&#8230; ini namanya alien vs predator): &#8220;Daripada pe%$*ur, mendingan kampung hehe.. kasian amat si lu, masih aja takut ama gw..&#8221;</p>
<p>(as I always said: perang adalah ekspresi termudah dari kecemasan)</p>
<p>Sinting memang, saya benar-benar kasar banget menyebut dia begitu. Biarlah! Saya terlalu senang untuk merasa bersalah. Gimana ngga senang, <i>wong</i> saya lagi ada di <i>hillside</i> sepang circuit kok. <i>Wong </i>baru diumumin kalau Massa mencetak waktu tercepat kok. Mana bisa saya bete?</p>
<p>Hmm, <i>but it could be something to discuss, anyway</i>. Kampung? Iya juga sih, soalnya di kampung saya di ciputat tidak ada circuit macam ini (yang ada <i>hillsidenya </i>seperti ini, yang saking deketnya, bisa ngelempar botol aqua ke jalan buat cari-cari perhatian Kimi), dan seumur-umur memang ini pertama kalinya saya nonton F1 live, jadi budek mendadak, dan tentu saja, jadi kampungan mendadak. Lari ke sana kemari untuk memastikan sebisa mungkin ke mana mobil merah itu pergi, berharap-harap cemas mereka berdua akan senantiasa kenceng dan aman. Bersorak-sorak ketika Massa menyalip Hamilton di depan mata, Yippie! <i>High five</i> bersama orang-orang yang berbaju merah-merah, membawa bendera gambar kuda, kami semua jadi orang kampungan. Ada yang dari <i>kampung</i> Barcelona, <i>kampung</i> Bukit Timah di Singapore, <i>kampung</i> Penang, <i>kampung &#8230;</i> . Kampung global, mbak; pernah denger? <i>Global village, </i>kan embak anak pinter pasti embak tahu lah.</p>
<p>Eh, rupanya sms saya dibalas lagi (iyalah Sa, jangan sok kaget deh. Setelah menyebut dia dengan &#8220;P&#8221; gitu, masa berharap dia adem ayem aja sih), &#8220;Gausah saling menghina pake telpon gw, gw dah cape, kontak ke hp dia, 0856789xxxx, gw lg istirahat, jangan ganggu.&#8221;</p>
<p>Duh&#8230; lagi-lagi ga boleh kelihatan senyum-senyum aneh nih&#8230; jadi ya saya balas aja: &#8220;Gw mah mau pamer ama lu d&amp;%, kaga ada urusan ama dia. MAN, THIS IS SO COOL!! GO KIMI!!&#8221;</p>
<p>Sudah lama banget rasanya; bukan saja kehilangan Kimi, Nico Rosberg, Heiki, dan kawan-kawan. Tetapi kehilangan spirit untuk nonton F1. Dulu, di 2006, saya naik sepeda dari Kolej Ibu Zain ke Hentian Kajang, sengaja pakai baju Mercedez(dulu Kimi masih McLaren) untuk nonton bareng Aan, si gila F1. Dan biasanya sms-smsan atau telpon-telponan sama sahabat saya itu untuk saling komentar tentang jagoan masing-masing (dia selalu sok ga mau kompak sama saya, menganggap Alonso lebih hebat. Who cares, Kimi lebih ganteng!). Dan di 2007, sucks! Saya kehilangan semangat itu. Kehilangan gairah minggu siang. Such a waste of year, it was. Makanya tahun ini, sebagaimana resolusi saya di tahun baru, no more penyakit-penyakit 2007 yang boleh merusak system saya lagi!!</p>
<p>So, si &#8220;anak kampung penggemar Iwan Fals yang pink ceria sok asik&#8221; ini kembali bergairah dengan F1-nya&#8230;. Silakan bete, silakan ngamuk. Tapi saya sih teteuuup&#8230; GO KIMI!!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nisafaridz.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nisafaridz.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nisafaridz.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nisafaridz.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nisafaridz.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nisafaridz.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nisafaridz.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nisafaridz.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nisafaridz.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nisafaridz.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nisafaridz.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nisafaridz.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nisafaridz.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nisafaridz.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nisafaridz.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nisafaridz.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisafaridz.wordpress.com&amp;blog=1664831&amp;post=44&amp;subd=nisafaridz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nisafaridz.wordpress.com/2008/03/22/orang-kampung-nonton-f1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/464f31d2d4755245ca922413dfa8f4e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nisafaridz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
